Archive for June, 2008

Terimakasih jOGJA….

Sunday, June 29th, 2008

Jogja tetap indah buatku, kota indah yang punya segudang pengalaman segudang seniman dan segudang kenangan yang tidak terlupakan…

Maka jika aku mendatangi kota tua tersebut serasa romansa sedang bergema, sedang menyeruak di telingaku seseorang telah menungguku di stasiun tugu, dia siap menjemputku dengan sepeda motornya menyambutku dengan senyum di bagian peron depan stasiun tugu bergegas aku melewati peron depan stasiun tugu setelah 5 jam aku menunggu delay pesawat dari jakarta ke solo uh,,, betapa berharganya perjalanan kala itu, maka ketika bergegas aku menyeret travel bag ku menuju peron depan seseorang talah menghampiriku dari belakang sedang aku sendiri sibuk memencet tombol HP untuk mencari sesornag yang lama tak kujumpai, ketika aku berbalik pas di belakangku dia ada di dekatku yang kemudian bergegas menenteng travel bagku ke parkiran depan stasiun…uh Tuhan seperti mimpi rasanya akhirnya aku bisa kembali ke kota yang indah ini dan saat itu seseorang yang ingin kutemui ada bersamaku menemaniku berjalan menelusuri kota Jogja yang kian sumpek padat dan hampir semua dipenuhi dengan papan reklame yang menambah warna dan semarak malam kota Jogja.

Rasanya seperti mimpi kembali memeluknya, bercengkrama denganya menceritkan banyak hal dan menikmati batapa romantisnya Jogja dan segenap kenangan indah yang pernah kami ukir dulu, begitupun hari - hari selanjutnya serasa lupa aku akan rutinitas kantor yang hampir - hampir membuat kepala pecah sedang saat itu kermahan Jogja telah membawaku kembali tenang, kembali nrimo menyenangkan rasanya….apalagi bertemu sahabat -sahabat yang luar biasa….

Satu demi satu cerita seakan mengalir bagai sebuah skenario film bahkan mungkin sinetron, dulu aku berfikir seakan hal tersebut adalah dramagonis yang tidak perlu di lebih -lebihkan namun apa jadinya jika aku melihat seornag sahabtku menceritkan drama kehidupan yang tak kunjung usai, betapa bersyukurnya aku saat ini….

Ketika rasa syukur mulai kunikmati dengan ikhlas, tiba saatnya menetapkan hati tiba saatnya memenuhi hati untuk jujur dalam hati untuk sadar bahwa cintaku sudah tidak mungkin saling memiliki..bahwa semua sudah harus berakhir dengan baik-baik melepaskan seluruh asa tentang kenangan kita dulu, tentang cerita romantis, tentang pengkhianatan yang pernah terjadi dan segenap masa lalu yang wajib kita hilangkan, meski tidak akan pernah mudah…

Seakan semua berakhir, seorang terus-terusan memberi support tentang keputusan ini meski tidak secara langusng dia tahu betapa ‘Hancur’ aku saat itu, betapa tidak mudah menata hatiku saat itu…..

Sesampai di Batam, aku tersadar jika…

Banyak hal yang harus dikalahkan demi ‘Rasa’ itu…..
Betapa sulit menata hatiku saat ini…
Betapa aku sadar bahwa ketika tersadar kita sedang sendiri itu ‘Tidak Menyenangkan’
Sedang semua harus aku tebus dengan tangis dan rasa sepi yang panjang untuk dinikmati…
Dan saat ini semua ini sedang aku nikmati sendiri….

Terimakasih jOGJA….