KDRT yang tak kunjung habis…
Sunday, May 11th, 2008Cinta adalah Cinta…
dan biarlah cinta bersemi apa adanya layaknya bunga yang sedang mekar dan merekah…
Dalam suatu malam sepulang dari kantor tiba-tiba saya mendapat pesan singkat dari kakak saya yang memberitahukan tentang kecemasan yang sedang terjadi di rumah.
Sesampainya di rumah saya tidak menjumpai kecemasan seperti dalam pesan singkat kakak saya hanya saja saya hanya mendapati ibu saya sedang menonoton TV diruang depan rumah saya semabari menunggu saya memasukan motor ibu saya menjelaskan tentang keadaan yang baru saja terjadi.
Baru saja hujan tangis di rumah ini katanya, tangis apa pikirku???
ternyata sepupuku Bulan yang tinggal di daerah Hiterland Barelang baru saja datang dalam keadaan menangis sambil menggendong anaknya yang baru berusia satu tahun, yang jelas kedatangany kali ini bukan karena kunjungan silaturahmi keluarga biasa melainkan datang untuk lari dari cengkraman suamia yang bukan suaminya alias pasangan kumpul kebo nya dalam istilah harafiahnya….
Sejujurnya tragis mendengarnya, jika dalam situasi semacam itu bulan harus rela mendapat Kekerasn dalam rumah tangganya yang belum jelas statusnya ditambah jauhnya jarak antara Batam dan Hiterlandnya Barelang yang kadang jaraknya makin tidak masuk akal bahakan listrik pun belum masuk ke daerah tersebut bisa saya bayangkan jika dia sedang dikatakan "Lonte" Oleh suaminya yang hampir-hampir mirip seperti orang shycho dan konflik rumah tangganya yang tidak jelas dengan istri pertamanya yang tak lebih penari streaptis prostitus Nagoya.
Complicated memang belum jika mendengar dia pernah di siram bensin dan diancam akan dibunuh oleh suaminya yang punya kebiasaan marah tidak jelas, dan makin yang mengenaskan keadaan anaknya yang berumur 1 tahun yang kurus kering dan didiagnosa mengidap gizi buruk, ispa dan paru-paru basah…
Kali kedua kami selaku keluarga harus rela memaafkan Bulan menerma dia walau dalam keadaan emosi yang tidak terbendung tante saya yang jelas-jelas sudah membencinya terpaksa merelakan segenap egonya untuk mengulur tangan pertolongan untuk Bulan dan kakak kandung Bulan yang sudah sangat merasa dibohongi dengan segala sikap Bulan selama ini juga harus terpaksa rela menguras seluruh isi ATM nya untuk mencarikan tiket hari itu juga demi melarikan Bulan dari cengkraman suaminya yang mungkin saja bisa rela apa saja demi mendapatkan Bulan kembali.
Sebelum berangkat ke kantor saya pun harus rela merelakan waktu saya didepan telpon rumah saya untuk menghubungi beberapa teman travel saya untuk mencari tiket dadakan ke jogja sedang HP saya tidak berhenti mendapat teror dari suami Bulan hingga sekarang….
Dan gilanya hingga sekang hal tersebut masih terjadi mau tidak mau seluruh keluaraga saya sedang risau dengan sms dan telpon tidak jelasnya suami Bulan karena kami sepakat untuk tidak kembali melepas Bulan begitu saja hanya dengan rayuan suaminya yang memberi iming-iming pernikahan yang jika dilihat hanya sebatas wacana yang tidak nyata, ilusi dan mimpi manis bagi perempuan yang sudah terluka, ditindas dan terluka….
Jika menengok kebelakang tentu tidak bisa serta merta disalahkan keslahan pada Suaminya Bulan, namun kembali pada pilihan Bulan yang berperilaku buruk saat masa lajangnya. Kecantikan yang dimiliki Bulan pada masa itu membuatnya buta, membuatnya larut pada hingar bingar dunia yang menyenangkan di dunia malam club-club malam kota Batam yang hampir dipenuhi dengabn aksi ‘gedek’ alias pil sakti dan sikap para wanita malam yang makin menunjukkan keidentitasan diri yang semakin tergerus kapitalisme yang menjerumuskan dirinya sendir dalam kenisataan.
Sesungguhnya ini adalah sejarah yang palinng buruk dalam keluarga, dan cinta tetaplah cinta dan hanyalah cinta yang mampu meredamkan benci dan hanyalah keluarga yang mampu menerima segenap keadaan Bulan yang sedang diselimuti kebodohan jaman disaat banyak wanita bisa lebih mandiri dibanding pria, disaat banyak perempuan sudah berani menyuarakan hatinya untuk menolak KDRT!!!
disaat wanit tidak takut lagi menjadi singgel fighters dalam jaman yang makin kapitalis!!!
jadi, sadar atau tidak KDRT masih saja ada dilingkungan kita dan hingga sekarang baru saya sadari bahwa hal tersebut memang tidak kunjung habis…..