The Devils likes Prada
Kali ketiga saya menonton film yang sangat memberikan saya semangat kerja yang baru dan pandangan baru bahwa hidup dan dunia karir memang penuh trik dan semua memang harus kita jalani secara profesional meski intrik kehidupan secara humanis sering kali bertolak belakang dengn keadaan yang ada..
.
The Devils likes Prada, menginsirasikan saya pad banyak hal yang dapat mengubah segal pikirna say tentang kesulitan yang sedang saya hadapi ditambhakn perubahan yang dialami Andrea yang dapat merubah penampilan terbarunya tentunya didukung oleh teman-temanya yang sangat fashon bangt!!!
buat saya pribadi ini menarik menjadi yang profesional dibidang yang baru dijalaninya dengan tetap cantik, menarik dan pintar tentu bukan perkara mudah belum konflik dengan pacarnya dan perselingkuhannya dengan seorang editor sebuah majalah fashion ternama, emmmm kadang kalo disimak terus dan terus…seolah olah saya jadi terlibat secara emotional dengan pemain utama dalam film tersebut. Bisa dibayangka ketika atasan kita yang dalam flm tersebut adalh Marinda seornag editor majlah fashion yang kiler dan punya harga mati pada setiap date line dan apa saja yang disruhnya pada bawahanya, dan setipa pekerjanya juga haruslah diselesaiakn secara profesional dan baiknya dari titik awal tersebut itulah Andrea banyak dikenal banyak orang dan memiliki pergaulan yang luas.
sekali lagi film itu sangat mengilhami setiap ruang gerak karir saya dan teman-teman saya juga orang yang sangat saya sayangi di jogja, sejujurnya bukanlah mudah menjalani semuanya.
Kegagalan beberapa waktu lalu tentang Jakarta adalah bagian dari hal yang belum tercapai, dan tidak semudah yang ad dalam benakku kala itu…saya tahu tidak ada doa yang sia-sia dan Tuhan juga tidak pernah tidur karenya.Amien
October 28th, 2008 at 11:29 am
Thanks for writing this.