realistis…
Sunday, February 25th, 2007kosku udaranya terasa lembab dan dingin….
jauh lebih baik di warnet ini sekarang….
cuma sayang aku tidak mungkin tidur disini,,,
pasca angin lesus sebuah bencana yang baru saja singgah di tempat kelahiranku….
membuat keadaan jadi makin ruwet….
tapi ada hikmah di balik ini semua
dulu gw ga pernah membayangkan kalo bencana ada di antara lingkungan keseharian gw….
sekarang gw ngrasain namanya ‘butuh’ tahu rasanya ‘hancur’ dan mengerti pentingnya ’sosialisasi diri’
meski mencoba untuk bertahan aga lama di rumah terus, tapi rasanya ga betah juga…
terkadang terpaku pada hal tertentu yang membuat kita makin tidak kontrol diri malah menyulitkan diri kita sendiri….
bunuh reality!!!!
tapi makna dari bencana kemaren buat gw pribadi terdalam
semua karakter muncul dan semua kadang ‘masih’ tidak menyadari perannya…
duh dunia…yang sudah tua….
sebelum berangkat ke wrnet tadi aku berhasil mengobrol dengan seorang teman omku dirumah yang kebetulan sedang membantu mengecet rumah karena untuk keperluan yasinan besok malam…
ada perubahan dari teman omku tersebut, dulu hidupnya termasuk kurang dan sekarang hidupnya ‘aga’ lebih baik, ketika dia sudah rajin ke mesjid dan berdoa lima kali dia merasa itu HIDAYAH… dan bua gw pribadi itu hebat….
seiring perjalananya rohaninya anak bungsunya akhirnya dilamar pria ‘ndeso’ yang KAYA dan tentu BAIK!!!
ITU YANG NAMANYA REALITY!!!!
gw jadi berpikir, bahwa memperbaiki dalam diri kita adalah elem yang penting sebelum kita dianggap BERHASIL!!!!
tapi lagi cerita tentang seorang teman yang pintar, dari keluarga terpandang dan mempunyai tingkat intelektulitas ‘lumyan’ sekarang lagi menduda tidak jelas, belum lulus kuliah dan rumahnya hampir hancur dan meski dalam satu rumahnya dipenuhi laki-laki tidaklah membuat perubahan ketika seluruh rumah di sekitarnya sudah mulai berbenah dan nyaman untuk ditempati maka rumahnya masih bocor, listriknya masih mati dan aku menggapnya ‘gagal’
dia memang pintar, cerdas dan ‘mampu’ namun dia sebtulnya dia ‘tidak mamapu
sebetulnya aku tidak mau ‘mengukur"
karena aku sendiri tidak yakin dengan kemampuanku sendiri!!!!
begitupun dalam mengukur kadar rasa sayang dan cinta dari ’seseorang’
ketika orang terdekat kita sedang ‘berfoto’ dengan wanita ato laki-lai lain, apakah kita dapat mengukur kadar kemampuan rasa yang dimilikinya buat kita???
duh bodohnya manusia yang terjebak!!!
pada kata-kata, pada rayuan dan bisiskan mesra….
begitupun cuaca manusia banyak dibuai kemudahan dengan AC, VAN, MOBIL, RUMAH MEWAH….semua tidak berarti kalo manusia ‘tidak sadar diri’
bumi kita sudah tua….
malam ini aku ingat seorang sahabat jurnalisku yang paling baik dan paling ‘mengerti’
aku berharap dia selalu mengerti dunia yang dilakoninya sekarang cukup ‘menegangkan’ (plis bro…stop ajah…gw dah kapok, bumi dah tua)
hentikan penghianatan…
bunuh reality!!!!!!!!!!